Kumpul Blogger

Monday, April 2, 2012

Pusat Pertanggungjawaban Keuangan Dan Masalah Harga Transfer


Pusat  Pertanggungjawaban Keuangan Dan Masalah Harga Transfer

Sistem pengendalian hasil keuangan memiliki 3 elemen inti yaitu:
  1. Pusat-pusat pertanggungjawaban keuangan, yang mendefinisikan pembagian secara adil terhadap hasil-hasil keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam suatu organisasi.
  2. Sistem perencanaan dan pengendalian, serta proses manajemen formal lainnya, yang digunakan untuk sejumlah pengendalian yang berhubungan dengan tujuan termasuk pengaturan sasaran-sasaran kinerja dan standar-standar  untuk mengevaluasi kinerja.
  3. Kontrak insentif, yang mendefinisikan hubungan antara hasil dengan bermacam-macam pemberian imbalan dan hukuman organisasi. Sistem pengendalian hasil keuangan juga bergantung pada apa yang biasanya disebut sebagai pengendalian internal, yang mempercayai keandalan dari informasi organisasi.

Keuntungan-Keuntungan Dari Sistem Pengendalian Hasil Keuangan
·         Tujuan keuangan sangat berpengaruh pada perusahaan yang berorientasi laba. Laba dan arus kas menentukan kelangsungan hidup perusahaan.
·         Ukuran keuangan menyediakan suatu ringkasan komprehensif (menyeluruh) dari kinerja perusahaan.
·         Kebanyakan ukuran keuangan itu relatif tepat dan objektif.
·         Pengendalian hasil keuangan dapat menyediakan suatu bentuk pengendalian manajemen yang tidak kentara.
·         Pengendalian hasil keuangan dapat digunakan secara luas.
·         Biaya dari penerapan hasil keuangan biasanya relatif kecil dibandingkan bentuk-bentuk pengendalian manajemen lainnya.

Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Keuangan
  • Pusat investasi merupakan pusat pertanggungjawaban di mana para manajer diharapkan dapat bertanggung jawab untuk pengembalian laba atas investasi.
  • Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban di mana manajer diharapkan bertanggungjawab untuk laba yang diukur dari perbedaan antara pendapatan-pendapatan yang dihasilkan dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan.
  • Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban di mana manajer diharapkan dapat bertanggungjawab untuk menghasilkan pendapatan yang merupakan ukuran output keuangan .
  • Pusat biaya atau beban merupakan pusat pertanggungjawaban di mana manajer diharapkan dapat bertanggungjawab untuk beberapa elemen biaya atau beban. Biaya dan beban adalah ukuran keuangan dari input (sumber daya) yang digunakan oleh pusat pertanggungjawaban.

Variasi Dalam Setiap Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Empat kategori dari pusat pertanggungjawaban keuangan di atas dapat dibedakan, ada variasi yang sangat penting dalam setiap jenis pertanggungjawaban keuangan. Empat pusat pertanggungjawaban tersebut terefleksi dalam sejumlah item laporan laba-rugi. Para manajer pusat margin bruto mungkin dari tenaga penjual tingkat rendah yang kebetulan menjual produk-produk dalam margin bervariasi. Ukuran laba memberikan mereka insentif untuk menjual dengan margin yang lebih tinggi disbanding hanya menghasilkan tambahan, yang mungkin merupakan pendapatan yang tidak menguntungkan.

Hirarki Dari Pusat Pertanggungjawaban Keuangan
Empat pusat pertanggungjawaban keuangan dapat dibandingkan dalam suatu hirarki yang menggambarkan lebarnya pertanggungjawaban keuangan, atau sejumlah item laporan keuangan di mana para manajer diharapkan dapat bertanggung jawab. Para manajer pusat pendapatan dan biaya diharapkan dapat bertanggung jawab untuk satu atau beberapa macam item laporan laba-rugi. Para manajer pusat laba diharapkan dapat bertanggung jawab untuk beberapa macam item pendapatan dan beban. Para manajer pusat investasi diharapkan dapat bertanggung jawab untuk sebuah ukuran laba yang dihubungkan secara langsung pada kinerja dalam area yang direfleksikan dalam neraca.
Satu hal yang perlu diingat yaitu bahwa hubungan antara jenis pusat pertanggungjawaban keuangan tidak selalu mudah dilihat, jadi label-label pusat pertanggungjawaban keuangan mungkin secara khusus tidak informatif. Dalam praktek sesungguhnya, pusat pertanggungjawaban keuangan dapat disusun pada sebuah kolom yang hampir tanpa rangkaian kesatuan dari pusat biaya atau pendapatan ke pusat investasi.

Memilih Pusat Pertanggungjawaban Keuangan Yang Digunakan
Pertanyaan penting untuk dijawab adalah: para manajer mana yang seharusnya diharapkan dapat bertanggung jawab untuk macam-macam item spesifik laporan keuangan? Pilihan ini jelas penting karena mereka mempengaruhi perilaku di mana para manajer memberikan perhatian untuk ukuran-ukuran di mana mereka diharapkan dapat bertanggung jawab. Dari sudut perilaku, jawaban dasar untuk pertanyaan di atas adalah secara relatif terang-terangan mengharapkan para manajer dapat bertanggung jawab untuk macam-macam item yang anda inginkan mereka berikan perhatiannya.
Pada tingkat yang luas, struktur pusat pertanggungjawaban keuangan kebetulan sama dengan otoritas para manajer. Area-area otoritas yang didefinisikan oleh struktur dan kebijakan organisasi yang mendefinisikan hak dan kewajiban manajer untuk membuat keputusan-keputusan tertentu. Keputusan mengenai struktur organisasi tidak perlu mendahului keputusan-keputusan mengenai jenis-jenis pusat pertanggungjawaban yang seharusnya digunakan; keputusan struktur pertanggungjawaban mungkin yang pertama kali diputuskan.

Pengukuran Kinerja Dari Entitas Vs Manajer
Dalam banyak perusahaan, perbedaan ukuran laba dan ROI dihitung untuk dua tujuan yang berbeda. Ukuran pertama yaitu kinerja manajer entitas, menekankan pada elemen-elemen kinerja yang dapat dipengaruhi oleh manajer. Hal tersebut digunakan untuk memotivasi perilaku-perilaku yang sesuai dan mengevaluasi kinerja manajer. Ukuran kedua yaitu kinerja ekonomik entitas. Ukuran ini memasukkan banyak item yang tidak dapat dipengaruhi oleh manajer, seperti beban bunga, pajak, dan alokasi penuh dari beban administrasi pusat. Hal tersebut digunakan untuk mengevaluasi entitas bisnis untuk tujuan pembuatan keputusan, seperti ekspansi atau penciutan aktivitas atau menarik kembali investasi. Ukuran-ukuran laba yang berfokus pada entitas dan manajer seringkali berbeda.


Masalah-Masalah Harga Transfer
Ketika pusat laba (investasi) seringkali menyediakan produk atau jasa kepada pusat laba atau investasi lainnya dalam perusahaan yang sama maka terjadi mekanisme untuk menetapkan harga transfer. Harga transfer ini secara langsung mempengaruhi pendapatan yang dihasilkan oleh pusat laba, biaya yang dikeluarkan oleh pusat laba dan konsekuensinya, laba dari kedua entitas.

Tujuan Harga Transfer
·         Menyediakan sinyal ekonomik yang layak sehingga mempengaruhi para manajer untuk membuat keputusan-keputusan ekonomik yang baik.
·         Harga transfer dan pengukuran laba berikutnya seharusnya menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kinerja dari pusat laba dan para manajernya.
·         Harga transfer dapat ditetapkan untuk memindahkan laba dengan sengaja antara entitas perusahaan atau lokasi. Tujuan ini berhubungan dengan usaha meminimalkan pajak.

Alternatif-Alternatif Harga Transfer
Ø  Harga transfer berdasarkan harga pasar.
Ø  Harga transfer berdasarkan biaya marginal.
Ø  Harga transfer berdasarkan biaya penuh
Ø  Harga transfer biaya penuh ditambah “mark up”.
Ø  Harga transfer negosiasi.

Variabel-Variabel Lainnya
·         Metode biaya marginal ditambah lump-sum. Masalah utama dengan metode ini adalah bahwa para manajer yang dilibatkan harus menentukan terlebih dahulu biaya lump-sum berdasarkan perkiraan kapasitas yang setiap pelanggan internal akan menentukan periode yang akan datang seterusnya.
·         Harga transfer tarif rangkap dua
            Dua keuntungan dasar harga transfer tarif rangkap dua yaitu:
1.      Para manajer baik pusat laba penjualan dan pembelian menerima sinyal ekonomi yang sesuai untuk pembuatan keputusan.
2.      Metode ini memastikan bahwa transaksi internal akan berlangsung, membuatnya mungkin untuk memelihara proses produksi secara integrasi vertikal.

Harga transfer tarif rangkap dua tidak umum digunakan karena dapat merusak insentif entitas internal dan para manajer perusahaan tidak menyukai perhitungan ganda pada tingkat pusat laba.

Penggunaan Bersama Dari Metode Harga Transfer Ganda
Ketika perusahaan menggunakan metode harga transfer ganda, mereka biasanya menggunakan salah satu metode untuk tujuan internal – baik pembuatan keputusan dan pengevaluasian – dan metode lain untuk memindahkan laba di antara yuridiksi-yuridiksi pajak. Tetapi seringkali merupakan hal yang sulit untuk menggunakan metode ganda untuk tujuan-tujuan ini karena hukum yang mendetail memaksakan ketidakleluasaan opsi perusahaan dalam banyak negara.
Merupakan hal yang lebih mudah bagi para manajer untuk mengklaim bahwa mereka tidak memanipulasi laporan pemasukan untuk menghindari pajak jika mereka menggunakan metode harga transfer yang sama untuk tujuan pajak sebagaimana digunakan untuk tujuan internal. Untuk alasan ini, dan untuk alasan kesederhanaan sistem, perusahaan-perusahaan multinasional cenderung tidak menggunakan metode harga transfer yang berbeda untuk transfer domestic dan internasional.

1 comment:

  1. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    ReplyDelete